Sistem Informasi Desa Tinggarjaya

Gambar Artikel

Menjelang Ramadan, Warga Desa Tinggarjaya Lestarikan Tradisi Sadranan dan Kerja Bakti Bersih Makam

Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, masyarakat Desa Tinggarjaya melaksanakan tradisi Sadranan yang telah menjadi adat turun-temurun dan terus dilestarikan hingga saat ini. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur sekaligus sarana mempererat kebersamaan dan meningkatkan nilai religius masyarakat.


Sadranan merupakan tradisi adat Jawa yang biasa dilakukan menjelang bulan Ramadan dengan rangkaian kegiatan berupa ziarah makam, doa bersama, serta ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Melalui tradisi ini, masyarakat memanjatkan doa untuk para leluhur agar mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya, sekaligus memohon keberkahan dan keselamatan dalam menjalani ibadah Ramadan.


Selain kegiatan doa bersama, masyarakat Desa Tinggarjaya juga melaksanakan kerja bakti bersih makam secara gotong royong. Warga membersihkan rumput liar, sampah, serta merapikan area pemakaman agar tetap bersih, rapi, dan nyaman untuk diziarahi.

Kegiatan kerja bakti dan Sadranan ini dilaksanakan di sejumlah makam yang berada di wilayah Desa Tinggarjaya, meliputi:

  • Makam Kedunglegok

  • Makam Kaligusur

  • Makam Kalikangkung

  • Makam Adipati

  • Makam Tegal Jaya

  • Makam Depok

Seluruh rangkaian kegiatan melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat dengan penuh semangat kebersamaan dan gotong royong.


Kepala Desa Tinggarjaya, Bapak Warmono, S.Pd., menyampaikan bahwa tradisi Sadranan dan kerja bakti bersih makam memiliki makna penting bagi kehidupan bermasyarakat.

“Sadranan bukan hanya tradisi, tetapi juga sarana untuk memperkuat nilai keagamaan, menjaga kearifan lokal, serta menumbuhkan semangat gotong royong. Melalui kegiatan bersih makam ini, kita diajak untuk selalu menghormati leluhur dan mempersiapkan diri secara lahir dan batin dalam menyambut bulan suci Ramadan,” ujar Bapak Warmono, S.Pd.

Pemerintah Desa Tinggarjaya berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pelestarian budaya desa, sekaligus menjadi momentum mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat dalam kehidupan sosial dan keagamaan.

Tulis Komentar